Record The Journey and Thoughts

Saturday, 10 May 2008

Kerosene to LPG Conversion


Di daerah saya di malang udah beberapa bulan ini telah bisa menikmati ‘hadiah’ dari pemerintah berupa kompor gas single (satu tungku) beserta tabung gas isi 3 kg sebagai kompensasi atas konversi kompor mintah (minyak tanah). Setiap keluarga yang memiliki KK (kartu keluarga) akan mendapatkan 1 paket. Jadi bila dalam 1 rumah terdapat beberapa keluarga (KK) maka akan mendapatkan sesuai dengan jumlah KK nya. Apalagi bila masing2 keluarga mempunyai mata pencaharian berdagang makanan seperti warung nasi/depot, maka akan mendapatkan tambahan kompor gas 1 paket dengan syarat menyertakan rekomendasi RT/RW setempat. Asyik banget tho?

Pernah saya menonton berita di tipi, kalo penerima paket kompor gas itu
adalah keluarga yang belum mempunyai kompor gas alias masih menggunakan kompor mintah, tungku, maupun arang. Kenyataannya, tetangga saya yang (amat) mampu pun mendapat beberapa kompor gas. Pembagian kompor gas ini nyatanya belumlah merata dalam suatu daerah. Di malang, hanya kotamadya yang sukses mendapatkannya, sedangkan kabupaten belum seluruhnya.

Lain lagi di tanggulangin (sidoarjo), kakak saya yang dengan suka rela membantu mengurusi pembagian di wilayahnya perumahan TAS-2, malah tidak kebagian. Dalam daftar tidak terdapat namanya. Nasib..

Kisah lainnya, barang yang dibagikan itu ternyata tidak semuanya bisa langsung dipake. Seperti yang dikeluhkan oleh tetangga saya, awal pemakaian kompornya ga langsung bisa mengeluarkan api, harus diulang2 baru bisa dipake normal. Sedangkan punya saya malah ga bisa dipake sama sekali, pemantiknya udah dicoba sampe puluhan kali belum bisa juga. Sampe akhirnya saya membeli kompor sejenis (single), dan langsung bisa!! Nasib..

Sepertinya pepatah ‘ada harga ada rupa’ masih berlaku saat ini. Apalagi kalo gratisan, bisa dipastikan tidak akan berumur lama :D Memang tidak semuanya yang murahan dan gratisan itu mutunya buruk, tapi ‘biasanya’ demikian adanya.. (halah mbulet )

Kejadian ‘menggemaskan’ itu berlanjut saat saya migrasi ke solo. Saya kesulitan menemukan penjual LPG 3 kg. Ternyata di sana belum ada konversi, rata2 masih menggunakan mintah. Saya menyusuri solo kota dan pinggiran, sampe akhirnya bertekad masuk ke toko yang menjual LPG dan ‘merayu’ penjual untuk merelakan stok LPG 3 kg ke saya. Berarti benar firasat saya, sebenarnya toko2 yang menjual LPG itu mempunyai stok namun karena belum ada konversi dari pemerintah setempat, maka belum berani mendistribusikannya. Jadinya ya sembunyi2 begitu. Lega banget saya.. meski harus merogoh kocek 5 ribu lebih besar dari harga di malang. Sekali lagi.. nasib

Gimana dengan di daerah anda?


@teknikinet3

Monday, 5 May 2008

Housewife


Akhirnya sampailah saya pada satu profesi baru yakni sebagai ibu rumah tangga. Long Distance Married (LDM) antara malang-solo selama setahun menjadikan saya belum 100% menekuni profesi itu. Kesempatan selama itu cukuplah bagi saya menjadikan pengalaman dalam mengisi waktu. Mengejar materi tak kan ada habisnya bila tidak disertai rasa syukur. Kini saatnya saya kembali pada fitrah..

Konon profesi sebagai ibu rumah tangga tidak hanya dinilai secara materi. Pekerjaan yang semula dianggap remeh sebagian kalangan ini ternyata tidak sesederhana seperti dalam bayangan saat menjalaninya. Benarlah kalo ada yang menyebut ibu rumah tangga sebagai profesi, karena memang pekerjaan rumah tangga membutuhkan profesionalisme berupa keahlian, pengetahuan dan keterampilan sama dengan pekerjaan kantor lainnya. Jika di kantor hanya kebagian tugas mengurusi satu bagian, ternyata di rumah tugasnya tidak hanya satu bagian, melainkan wajib berperan multiguna sebagai direktur, manajer, sekretaris sekaligus pekerja, yang tidak hanya bisa memahami, tapi juga harus bisa menguasai semua bagian. Yang semuannya nanti harus dipertanggungjawabkan pada presiden direktur yaitu suami juga pada bagian komisaris tertinggi yaitu Allah swt.

Semoga profesi yang baru ini tidak menghambat potensi saya. Justru dengan memilih profesi ini, saya memiliki waktu yang lebih fleksible dalam menggali dan mengembangkan potensi untuk meraih prestasi. Setidaknya prestasi berupa pahala tak terhingga dari Allah swt. Juga bonus berupa surga jika patuh pada suami. Insya Allah. Amiin..

Mohon doa restu dari teman2 semoga segalanya dimudahkan.. Syukron.

Wednesday, 23 April 2008

Hello Blogsphere!

Apa kabar blogger & globber?

Seminggu sudah saya tidak menjamah ranah blogger. Rasanya seperti setahun :) Maklum, sejak menginjakkan kaki di bumi Surakarta (solo), sementara ini hanya memanfaatkan GPRS via hp, sehingga aktifitas blogging amat terbatas. Apalagi untuk berkunjung ke blog teman2. Ke warnet? Bisa2 saya ga bisa pulang karena belum hafal jalan di solo :D

Kalo posting via hp kayak gini jadi ga bisa munculin gambar emoticon :P

Semoga aja ga lama lagi saya bisa ngeblog & blogwalking lagi tanpa harus keluar rumah. Doakan yah ;)


@pucangsawit-solo, via mirei (K600).