Record The Journey and Thoughts

Showing posts with label Culinary. Show all posts
Showing posts with label Culinary. Show all posts

Sunday, 4 December 2016

Banana Cake Part 2

Beberapa hari ini ada yang ketagihan dan pengen banget sama cake pisang. Sedangkan saya masih belum mau bergerak. Faktor M lah yaa Males, Moody, Menstruasi, wkwkwk..

Hari ini ditagih lagi, akhirnya mau ga mau malam-malam nge-cake di dapur. Untungnya bikin cake ini mudah banget namun hasilnya tidaklah mengecewakan. Mau mencoba? 😉


Banana Cake Bahan: 2 gelas tepung terigu 1/2 sisir pisang (jenis bebas) 1 gelas minyak goreng 1 gelas gula 2 sdt soda kue Cara: Haluskan pisang Masukkan gula pasir dan aduk2 Masukkan tepung terigu, minyak, soda kue, aduk rata Masukkan dalam cetakan yg sudah diolesi margarin, kukus 30 menit

Wednesday, 30 November 2016

Banana Cake

Oleh2 buah pisang dari desa kematengan karena kelamaan diimbu (apa ya bahasa indonesianya). Daripada busuk karena harus habis dimakan dalam sehari maka puter akal gimana caranya pisang kematengan ini tidak terbuang.
Eng ing eeeng.. Jadilah cake pisang yang ternyata ueenaakk banget. Teksturnya lembuut.. Padahal tadinya tidak tahu apakah jenis pisangnya cocok diolah jadi cake.

Mendol

Mendung sisa hujan semalam bikin cepat lapar. Pagi2 bikin lauk sarat gizi, MENDOL. Ditemani nasi anget.. hmm. Mari makan :)

MENDOL

Bahan: Tempe kedelai

Bumbu:
-Bawang
-Brambang
-Kencur
-Daun jeruk purut
-Tumbar
-Garam
-Cabe
-Penyedap (opsional)

Cara: 
-Bumbu dihaluskan, setelah itu haluskan tempe campur bumbu
-Kepal2 lalu goreng




Tuesday, 15 December 2009

Ruthob

Hampir setiap orang mengetahui bahkan pernah makan buah kurma. Apalagi saat bulan Romadhon tiba, buah ini menjadi makanan utama saat berbuka.

Umumnya, kurma yang dikonsumsi adalah kurma matang berwarna hitam yang dikeringkan dan rasanya manis. Tahukah seperti apa kurma segar atau Ruthob? Warnanya kuning, yang belum matang agak keras tapi renyah, sedangkan yang sudah matang rasanya manis seperti buah sawo.

Pohon kurma memberikan hasilnya setiap waktu, sebagaimana firman Allah :

تُؤْتِÙŠ Ø£ُÙƒُÙ„َÙ‡َا ÙƒُÙ„َّ Ø­ِينٍ بِØ¥ِذْÙ†ِ رَبِّÙ‡َا

“Pohon itu memberikan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Rabbnya.”
(QS. Ibrahim: 24-25)

Buah pohon ini dimakan waktu siang dan malam, baik di musim dingin atau di musim panas. Dinamakan dalam bentuk kurma (tamar) atau busr (adalah kurma yang belum matang menjadi ruthob) atau ruthob (adalah kurma matang yang masih belum meleleh atau mengeras). Demikian juga seorang mukmin amalan mereka naik pada pagi dan sore hari.

Rabi’ bin Anas menyatakan: “Makna firman Nya: ÙƒُÙ„َّ Ø­ِين adalah setiap pagi dan sore hari, karena buah kurma selalu dapat dimakan di waktu malam dan siang, baik musim dingin atau panas, baik berupa kurma, busr atau ruthob, demikian juga amalan seorang mukmin naik pada pagi dan sore harinya.” (Disampaikan oleh Al Baghowiy dalam tafsirnya 3/33)

Dari Anas " Sesungguhnya Nabi berbuka puasa dengan Ruthob (Kurma mengkel yang baru dipetik dari pohonnya)sebelum shalat, kalau tidak ada Ruthob, maka dengan beberapa kurma matang, kalau tidak ada maka dengan meneguk beberapa tegukan air putih" (HR. Abu Dawud & Tirmidzi)

Dan diriwayatkan pula oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya jilid 3 halaman 164 dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wa aalihi wasallam biasa berbuka dengan beberapa biji ruthob (yakni kurma basah yang masih berair). Kalau tidak ada ruthob, beliau berbuka dengan kurma kering, dan kalau juga tidak punya kurma kering, maka beliau berbuka dengan meneguk beberapa teguk air bening”.

Dari hasil penelitian ditemukan Ruthob (kurma mengkel yang matang di pohon) mengandung:

65 - 70% air berdasarkan berat bersihnya
24 - 58% zat gula
1,2 - 2% protein
2,5% serat
dan sedikit sekali mengandung lemak jenuh (lecithine).

Hasil penelitian kimiawi dan fisiologi Dr.Ahmad AbdulRa'uf Hisyam dan Dr.Ali Ahmad Syahhat diperoleh hasil:

1.Mengkomsumsi Ruthob / Tamar (Kurma Kering seperti yang di Indonesia) setiap kali makan ini pada berbuka makan akan menambah kandungan zat gula pada tubuh kita dengan presentase yang besar. Dengan ini penyakit Anemia (kurang darah) akan hilang.

2.Saat lambung kosong dengan makanan, maka ia akan mudah mencerna makanan kecil yang menagndung gula dengan cepat dan maksimal. Zat gula pada kurma baik itu Ruthob/Tamar dalam bentuk zat kimia sederhanamenyebabkan proses pencernaan pada lambung berlangsung cepat.

3.Kandungan air dalam Ruthob dan Tamar (65 - 70%) akan menambah cairan tubuh, oleh sebab itu orang yang berpuasa tidak memerlukan air dalam jumlah banyak pada saat berbuka.

*spesial oleh2 dari mekkah

Wednesday, 1 July 2009

Cylea Barbata Miers (Cincau Hijau)


Setelah menunggu berbulan-bulan akhirnya saya bisa melakukan panen perdana daun cincau. Kedengarannya sederhana, namun bagi saya memberikan kepuasan tersendiri. Sebelumnya, potongan batang cincau (stek) yang saya bawa dari Malang selalu saja gagal tumbuh saat saya tanam di tanah Solo. Kesempatan mudik ke Malang selalu saya sempatkan membawa batang cincau untuk kemudian saya tancapkan di salah satu pot di rumah. Entah tancapan yang keberapa, tahu-tahu saya melihat pucuk daun cincau bermunculan di salah satu batang. Setelah agak banyak daunnya tanaman tersebut dipindah ke lahan yang lebih luas, tanpa pot.

Dari sebutannya yang berbau oriental, kata "cincau" sendiri berasal dari dialek Hokkian sienchau (pinyin: xiancao) yang lazim dilafalkan di kalangan Tionghoa di Asia Tenggara. Sedangkan warna cincau yang dihasilkan berbeda-beda tergantung daun tumbuhan yang dipakai:
- Cylea barbata Miers, cincau hijau, menghasilkan gel berwarna hijau
- Mesona palustris Bl. (cincau hitam), menghasilkan gel berwarna hitam

Mengenai manfaat mengkonsumsi jeli cincau ini, dari beberapa literatur disebutkan bahwa kandungan serat cincau membantu:
- memerangi penyakit degeneratif seperti jantung koroner
- mengendalikan tekanan darah tinggi
- menyingkirkan senyawa-senyawa yang berbahaya bagi tubuh termasuk pemicu kanker
- mencegah kanker pada ginjal dan antiradang
- dan lain-lain

Sedangkan yang saya petik adalah jenis cincau yang pertama. Dari 1 batang yang saya tanam bercabang menjadi 4. Saya memanen 2 ruas batang dengan ketinggian 2 meter. Tidak terlalu banyak sih, tapi bisa menghasilkan agar-agar cincau sebanyak 4 baskom kecil. Panen perdana ini saya nikmati bersama dengan tetangga terdekat dengan rumah. Jangan kuatir, meski anda tidak kebagian es endolnya, saya akan membagikan resep pembuatannya

Bahan:
- daun cincau
- air matang
- santan instan
- gula merah dan putih
- daun pandan
- garam

Cara pembuatan:

Pembuatan agar-agar cincau:
- daun cincau dicuci hingga bersih, tiriskan
- remas-remas daun cincau dengan tangan (yang sudah dibersihkan) sambil ditambahkan air matang sedikit demi sedikit hingga keluar lendir cincau
- bila remasan daun terasa mulai mengental segera saring dengan menggunakan saringan santan
- ulangi penambahan air pada ampas (sambil diremas-remas) hingga 2-3 kali, sampai hilang lendirnya. Usahakan tiap pengulangan berganti wadah
- cincau hasil saringan diamkan hingga membeku /mengeras menjadi agar-agar/jeli

Pembuatan santan manis:
- rebus air bersama daun pandan, gula merah dan putih, garam secukupnya
- setelah mendidih masukkan santan instan, didihkan lagi kemudian angkat.
- tunggu sampai santan agak dingin. Sajikan bersama agar-agar cincau, bisa dalam keadaan santan hangat, bisa juga diberi es batu. Wuih.. maknyess, segar..!

Friday, 13 February 2009

Nasgor Perut Ikan

Menu ini menjadi favorit keluarga saya di Malang. Papa saya yang berasal dari tanah pasundan selalu menyajikan nasi goreng perut ikan bila sang mama belanja ikan gurami ataupun ikan mas (tombro).


Saran penyajian (halah)
Di pinggir nasgor itu bukan (tempe) mendol lho, melainkan rolade. Asal pasang aja


Nah, kebetulan saya mempunyai ikan kakap yang cukup besar yang saya beli dari tetangga di Solo ini yang merupakan supplier ikan di supermarket. Dengan ukuran ikan tersebut sayang kalau isi perutnya yang penuh dengan telur dibuang begitu saja. Beserta usus dan lemaknya, isi perut ikan tersebut saya cuci bersih untuk kemudian saya bikin campuran nasi goreng seperti bikinan papa. Bagi yang belum biasa makan nasgor ini mungkin akan merasa aneh karena ada rasa pahit di dalamnya. Justru sensasi pahit dan penampakannya yang kehitaman inilah yang membuat kami semakin bernafsu makan dan ketagihan

Pembuatannya sederhana saja seperti pembuatan nasi goreng jawa, namun ditambah sedikit merica supaya aroma amis yang berasal dari ikan hilang. Berminat? (Ga berminat juga gakpapa, heheh ).


Nasgor Perut Ikan

Bahan: nasi putih, isi perut ikan (jenis ikan terserah, pokoknya ikan segar)

Bumbu: (haluskan) bawang merah dan putih, cabe rawit (opsional), merica (bubuk), terasi (opsional), gula pasir dan garam secukupnya

Langkah:
- tumis bumbu sampai harum (tanak) kemudian masukkan perut ikan, aduk merata hingga perut ikan menyatu dengan bumbu dan matang
- masukkan nasi putih, bolak-balik hingga merata dan matang
- angkat, kemudian santaappp…!!


Friday, 14 November 2008

Hmm... Lecker!

Seperti namanya, kue leker ini rasanya benar2 lecker. Leker terbuat dari adonan tepung beras, gula, kanji dan santan yang dipanggang menggunakan loyang diatas arang. Untuk isinya biasanya irisan pisang, taburan meses dan gula pasir, kemudian dilipat. Khusus pisang memakai pisang raja, rasanya akan lebih megang

Jajanan masa kecil saya ini sudah langka saya temui lagi di Malang. Kalopun ada pastinya di sekolah2 karena harganya yang murah Rp500, maka peminatnya pun anak2 SD. Pernah saya melihat penjual leker memakai sepeda tapi kuenya sudah tidak fresh lagi karena tidak dimasak di tempat, jadi bentuknya lembek alias tidak krispi lagi, dan sedangkan isinya hanya taburan meses.

Sejak saya menetap di Solo leker ini ternyata mudah ditemukan, tidak hanya di sekolah2 namun di jalan2 raya banyak ditemui penjual leker. Saya tidak perlu jauh2 membelinya karena sudah mempunyai leker langganan yakni Leker Pak DJum, di dekat rumah saya. Seperti namanya penjualnya bernama Pak DJum yang sudah puluhan tahun berdagang leker. Saking terkenal rasanya yang muantap maka pelanggannya hingga luar kota, terutama saat lebaran. Kalo pesanan seperti itu sebelum dimakan harus dioven dulu supaya kembali renyah/krispi. Pak DJum menurunkan resep lekernya pada anak2 dan keponakannya, jadi tidak heran kalo di tempat saya tidak langka menemukan kue leker. Yang bikin saya ketagihan membelinya adalah pembuatannya yang seketika, jadi hangat2 langsung bisa dinikmati. Kriuk.. kriuk.. rasanya.. Hmm lecker!

Adakah leker di kota anda?

Tuesday, 2 September 2008

Buah Swalayan

Beberapa hari lalu saya ke swalayan terdekat (Luwes), di area dekat pintu masuk ke supermarket berjajar aneka macam buah2an segar. Ada yang sudah dikemas dalam styrofoam kedap udara maupun curah (belum dikemas). Menariknya, yang sudah dikemas relatif lebih murah daripada yang curah.

Memang harus teliti sebelum membeli bila tak ingin kecewa setelah di rumah. Kalo diamati secara detil, yang dalam kemasan sudah tidak utuh lagi. Ada yang agak pesok, sudah diiris bagian yang busuk, utuh tapi kondisi kulit yang berubah warna, maupun yang kisut. Perbedaan harganya cukup mencolok antara kemasan dan curah. Misalnya saja buah apel fuji yang harganya Rp 15rb/kg, isi = 4-5 buah, bila dikemas mencapai Rp5rb/kg bahkan beratnya lebih, tergantung tingkat kerusakan buah. Kalo hanya sedikit pesok saja, 1 kemasan isinya bisa 3-4 buah apel fuji. Namun jika ada yang berbentuk bekas irisan, 1 kemasan bisa berisi 6-8 buah, itu pun bisa bermacam2 buah, ada buah pir, jeruk, apel.




Kondisi itu saya ketahui setelah penasaran dengan mencoba membeli beberapa kemasan yang berbeda. Setelah dibuka di rumah ternyata yang kemasan isinya lebih banyak, rasanya sudah tidak segar alias hambar. Mungkin buahnya sudah lama ga laku2 tapi yang isinya 3-4 buah/kemasan rasanya masih segar, hanya saja agak pesok, mungkin abis jatuh ato tergencet. Ternyata pepatah ada harga ada rupa memang masih jitu

Menurut saya, model pemasaran di swalayan seperti itu lebih baik dari pada tidak melakukan sortir terhadap buah yang dijual seperti di hypermart malang yang harganya Rp 69 rb dalam keadaan busuk. Apalagi sistemnya adalah swalayan, pembeli bisa sedetil mungkin memilih barang yang akan dibeli. Kalo tidak, maka jangan harap akan laku. Berbeda dengan membeli buah di pasar tradisional, kebanyakan pembeli dilarang memilih2, kalo nekad biasanya yang ada malah diclathu penjual, apalagi bila sudah memegang2 ternyata ga jadi dibeli Namun bila dipilihkan penjual, setelah sampe di rumah ternyata buahnya ga beres. Hal ini pernah saya alami saat di Malang dulu

Thursday, 28 February 2008

Wisata Kuliner


Klik gambar untuk memperbesar
gambar asal comot di milis

Saturday, 15 December 2007

The Murmer of Martabak


Belum nulis isi postingan dah pengen ketiwi, hihihi...
Judulnya itu loh.. asnul, asal nulis

Murmer alias murah meriah adalah sebutan harga anak kost. Padahal ga semua anak kost, terutama ber-notabene mahasiswa yang berpedoman pada murmer.
Martabak yaitu makanan khas dari India yang terbuat dari telur. Bahan dasar Martabak adalah campuran telur dengan irisan daun bawang dan daging cincang.. (wiki)
Banyak lho anak kost yang ga terbiasa dengan 'kemurahan', bahkan cukup royal untuk sekedar makan. Apalagi urusan pulsa, rela ga makan (enak) asalkan pulsanya selalu kenyang

Meski bukan anak kost, lady sering beli makan di luar, terutama saat malam hari yang pengennya makanan fresh seperti nasgor (nasi goreng), bakmi, dll. Kebetulan tempat tinggal lady di lingkungan kost2an PTN di malang, jadi mudah mendapatkan makanan yang murmer. Salah satunya ya martabak ayam ini

Kembali ke..martabak! Beberapa hari yang lalu lady beli nasi martabak, sambil nunggu martabak agak dingin tuk disantap, lady iseng ngekron, ga nyangka ada yang tertarik dengan martabak2an yang lady beli. Eh, kok nyebutnya martabak2an? Iya, sebab tuh martabak tidak seperti martabak telur yang biasanya dijual bersama martabak manis (terangbulan). Beda tampilan aja sih. Yang lady beli ini lebih sederhana, tanpa kulit alias telur yang dicampur dengan daun kucai (bawang), bumbu, sedikit tepung (terigu+ kanji) dan irisan ayam. Rasanya... oke banget

Porsinya untuk ukuran perut lady itu kebanyakan, lebih pas untuk perut cowok. Apalagi porsinya beserta nasi plus bumbu, kadang juga ada lalapannya. Bumbunya bisa memilih sesuai selera, bisa bumbu sambel (seperti sambel lalapan), bumbu kacang (seperti bumbu tahu tek), maupun bumbu campur (bumbu sambel plus bumbu kacang). Kalo lady sendiri sukanya bumbu campur. Biasanya sama penjualnya masih ditambahin kecap. Ga heran kalo warung yang namanya 'Not Bad' ini selalu rame dan parkiran penuh.

Harganya? Only 2,500 IDR alias Rp2500 doang. Maknyus tenan thoo...!

The Murmer of Martabak


Friday, 30 November 2007

Kebab


Entah, yang bener tulisannya kabab ato kebab tapi bendanya sama. Sejenis makanan cepat saji yang konon berasal dari timur tengah. Tadinya lady ga kepikiran makan kebab, apalagi ngidam Cuma kebetulan aja saat berkesempatan ketemu warung kebab di panjaitan, namanya Kebab Corneys. Baru sekali dalam hidup makan kebab. Perkiraan lady rasanya ga beda dengan burger2 yang marak dijual di tepi2 jalan. Meski tepi jalan, kalo penampakan stand dan penjualnya bersih, lady ga gengsi tuk beli. Emang ga ada alasan tuk gengsi, siapa lady gitu loh

Kembali ke kebab. Tadi malam sengaja ga dimakan di tempat alias mbungkus gituh, sampai di rumah buru2 pengen menyantap. Tapii... saat gigitan pertama, oh gini toh rasanya, emang enak sih, tapi lebih suka burger daging yang harganya 3 ribuan. Mungkin lidah lady yang ga biasa dengan makanan cepat saji macam kebab. Kalopun dari bahan daging, mending dagingnya dimasak semur ato soto yang bercampur nasi yang rasanya lebih pas di lidah, daripada dicampur dengan roti ato sejenisnya.

Kebab yang Rp8500 itu terasa mblengeri, baru beberapa gigitan dah lady kasih ke adek yang sedari tadi ngiler kepengen... untung dia ga kawatir kena virus bekas gigitan lady di kebab...

sibuk menyiapkan kebab


interiornya keren


tapi kemasan kebab biasa aja


kayak pepes


isinya...eneg!


Monday, 20 August 2007

Bazaar

Secuil oleh2 perayaan HUT RI ke 62 di sebuah kampung di malang . Penuh sesaknya pengunjung memaksa saya hanya bisa mengambil beberapa gambar aja

Ini nih.. stand yang berada tepat di depan rumah saya, peserta yang menempati stand ini menyabet juara 1. Menunya nasi bakar, sate tempe, sate puyuh, martabak telur dll. Sambelnya ala masakan padang.. maknyus!


Pengunjung berbagai etnis, usia, dan agama. Tumplek bleg dalam hingar bingar bazaar. Di sebelah utara ada panggung karaoke, namun belum sempat membidik gambarnya


Menu yang satu ini makanan favorit saya, jajan pasar: klepon, lupis, cenil dan ketan. Meski jajan pasar kalo menghiasnya unik juga jadi keliatan mewah


Ini stand baju bermacam model, peralatan sholat, dan jilbab. Oya, itu bukan baju2 bekas lho ya, melainkan aseli baru. Sebelum membeli, para pengunjung meneliti barangnya yang tentu aja harus dibuka plastiknya. Mending dibeli, kalo engga jadi...?


Sandal cantik cuma Rp 7500, murahhh dan meriahh...