Record The Journey and Thoughts

Showing posts with label Complaint. Show all posts
Showing posts with label Complaint. Show all posts

Sunday, 18 December 2011

Be Careful Anywhere

Careful is one form of endeavor in life, both cautious in morals, talk, or do something. Sometimes we have to do something carefully as possible to obtain the salvation of souls, body and possessions, but Allah willed others, testing and temptation came over. What's done is let into the secret of Allah, people just live it as sunatulloh. 

Cautious attitude is not only outside the home such as in driving or on foot. Inside the house should also remain vigilant. Why is that? Because disasters can happen anywhere.

I experienced it a few days ago. In my own home, in front of my own eyes, I became a victim of fraud with credit card mode. Nominal millions disappeared from my hand, turned into credit card bills. During this credit card has not been at all I use. The fraudsters came to the house carrying swipe machine as a tool to steal clients' money. Very sad when remembering :(

Sunday, 8 May 2011

What Happened to My Blog?

Sekitar setengah bulan tidak membuka blog, tiba-tiba saat membuka blog ini tidak bisa dibuka malah redirect ke web lain. Ada apa gerangan?

Friday, 11 February 2011

Test Results of The Anorganic Mineral Content in Drinking Water That I Consump

Tubuh manusia terdiri dari atas 70% air. Air adalah zat terpenting kedua setelah oxygen bagi tubuh manusia. Tidak semua mineral dapat diabsorbsi dalam sel tubuh manusia. Terutama jenis mineral anorganik. Kesadahan air yang banyak mengandung mineral anorganik alam bentuk larutan adalah penyebab utama berbagai penyakit. Mineral-mineral yang keras dan lolos dari dinding intestinal dan masuk pada sistem Lymphatic dan beredar ke seluruh tubuh melalui darah. Inilah penyebab berbagai penyakit yang diderita manusia.

Air yang jernih tidak menjamin air tersebut bebas dari kandungan zat yang berbahaya. Untuk mengetahui air tersebut mengandung zat anorganik adalah dengan melakukan elektrolisis yaitu menguraikan ikatan partikel di dalam air menggunakan elektrolizer. Hasil proses elektrolisis bisa diketahui dari warna air, suhu air, endapan. Berdasarkan warna endapan dapat diketahui bahan pencemar dan pengaruhnya terhadap kesehatan.

Friday, 15 October 2010

Carefully Before Buying

Pastinya sudah pada mahfum bahwa sebelum melakukan transaksi jual beli harus pasang mata dan telinga. Tidak berlaku bagi saya untuk hari ini. Siang tadi saya ke SGM (Solo Grand Mall) menemani teman saya yang anak-anaknya ingin ke time zone. Seperti biasa di sana saya singgah ke food court dan memesan menu steak langganan saya. Setelah memilih meja makan, tiba-tiba saya disodori daftar  menu oleh beberapa gerai makanan. Duh jadi binun..

Berhubung saya masih doyan steak, maka saya pilih dari daftar yang menyediakan steak. Jadilah saya tidak lagi memesan steak langganan saya saat itu. Memilihnya pun asal karena saya tergiur dengan harganya yg murah untuk 1 porsi chicken steak. Setelah steak terhidang apa yang terjadi? Belum 1 suap saya makan, jari saya sudah lengket pada garpu karena cat besi yang ada pada ujung garpu. Oalah.. mungkin maksudnya mau menandai garpu supaya tidak tertukar dengan garpu dari gerai lain. Ya akibatnya saya makan chicken steak beraroma cat. Rasanya juga tidak karuan. Pantesan gerainya sepi pengunjung, baru tahu setelah makan.

Friday, 18 December 2009

SMS XL Package Actually Ending


SMS di atas membuat saya shock Memang tarif operator tidak ada yang abadi, selalu berubah-ubah mengikuti perkembangan seluler. Sebagai pelanggan saya merasa kecewa karena saat tarif paket SMS Semaumu ini berlaku tidak tersebut masa berakhirnya. Yang jelas operator tidak ingin dirugikan. Eh.. rugi? Tidaklah, yang jelas mereka tentu ingin laba yang lebih besar. Dengan tarif (yang katanya) murah itu diharapkan merangkul pelanggan lebih banyak. Setelah itu tarif diputar-putar seakan lebih murah, padahal menjebak. Ah sudahlah.. masih ada tarif operator lain yang lebih murah, meski harus rela membeli nomer baru

Monday, 20 July 2009

My Article is Worn Advertisement Without Permission

Awalnya hanya iseng menuliskan nama ladyelen di mesin pencari. Tidak lama kemudian muncullah link-link yang mengarah blog saya. Dari link yang ada saya temukan beberapa blog yang isinya kopi paste artikel saya, ada yang mencantumkan nama blog saya sebagai sumber tulisan, namun ada juga yang tidak, seakan-akan itu adalah tulisannya. Bisa dibuktikan kalau itu kopi paste dari tulisan saya, salah satunya adalah tercantumnya nomer hp saya dan gambar yang isinya berhubungan dengan ID saya. Artikel tersebut berhubungan dengan tutorial yang ada di blog saya.

Ya sudahlah, kalau memang tulisan saya bisa bermanfaat bagi orang lain sebagai ilmu silakan saja diambil, berbagi ilmu tidak ada ruginya. Namun alangkah bijaknya bila sedikit menghargai keringat saya dalam membuat artikel itu, minimal mencantumkan dari mana dia mencomot isi artikelnya.



Bagaimana bila ternyata tulisan saya dipakai untuk kepentingan bisnis? Ini yang lumayan membuat saya kecewa terhadap pihak yang mengatasnamakan perusahaan susu kedelai yakni www.neos-international.com yang mengutip artikel saya tentang susu kedelai sebagai iklan produknya.



Saya tidak pernah menerima permintaan ijin untuk menjadikan tulisan saya sebagai iklan. Meskipun mencantumkan link blog saya, tapi kalo untuk komersial tetap harus minta ijin dong. Melihat isi iklan itu seakan-akan saya mengkonsumsi produknya, karena artikel saya ditambahkan gambar produk seperti di bawah ini.



Sumber gambar ada di indeks artikel di sini.

Ini baru satu yang saya temukan, semoga di lain kesempatan tidak akan terjadi lagi.

Friday, 3 April 2009

Coffee Basin

Siapa yang belum pernah minum kopi? Bagi sebagian orang, secangkir kopi merupakan minuman wajib terutama di pagi hari. Bayangkan bila kopi yang tersedia tidak hanya secangkir atau 2 cangkir, melainkan 1 bak (mandi)! Tentu saja itu suatu hal mustahil meski warung kopi sekalipun.

Sebenarnya ini bukan tentang kopi yang bisa diminum itu. Wujudnya saja yang mirip dengan kopi, hitam pekat, seperti kopi tubruk yang di atasnya terdapat butiran bubuk kopi yang mengambang. Volumenya tidak tanggung-tanggung yakni 1 bak mandi, bahkan bisa puluhan meter kubik. Penasaran?

Deskripsi di atas adalah wujud dari air PAM di wilayah kami di Pucangsawit-Surakarta beberapa hari lalu. Sebenarnya sudah sejak lama kami ingin menyampaikan keluhan, namun sebelum keluhan tersebut diajukan, kami masih menunggu beberapa saat sampai kondisi membaik. Berbulan-bulan kami menunggu rupanya belum juga ada perbaikan, malahan yang datang pada kami sebuah brosur kenaikan tarif. Setitik harapan kami dengan kenaikan tarif tersebut disertai perbaikan layanan dan kondisi air.

Kondisi air PAM waktu itu sebagai berikut:
  • Pada hari biasa air berhenti mengalir sejak pukul 05.00-12.00 kemudian dilanjutkan pukul 15.00-20.00
  • Di luar hari biasa sering terjadi pemutusan aliran air yang konon disebabkan pemadaman listrik bergilir pada wilayah sumber (tandon) air pada pukul 08.00-16.00. Namun di wilayah kami air kembali mengalir pada pukul 22.00
  • Wujud air keruh disertai endapan pasir
  • Air yang melekat di kulit tidak segar (sadah)
  • Pemutusan aliran air menyebabkan kenaikan angka pada meteran air di rumah kami tidak signifikan, tidak sampai 10M3/bulan namun kami diharuskan membayar tarif minimal 10M3




Harapan kami belum juga terwujud, bahkan kondisi makin parah dengan wujud air yang mirip dengan wedang kopi



Lapor, komplain, pengaduan? Tentu saja sudah dilakukan, baik itu secara langsung ke kantor maupun via telepon, email dan websitenya. Kini, kondisi air sudah membaik meski masih belum sempurna seperti slogannya ‘siap minum’. Air masih terdapat endapan dengan warna air agak kekuningan.

Ah jadi kangen dengan air PAM di Malang yang jernih dan dingin, atau air di Pacitan yang langsung dari mata air yang suejukk…

Friday, 9 January 2009

Paket SMS Semaumu XL Berakhir

Berkali-kali nomer XL saya mendapat SMS dari 818 yang isinya sebagai berikut:



Saking seringnya menerima SMS itu, terpaksa saya mengikuti saran seperti yang tercantum dalam SMS dengan menekan *500#. Agak aneh menurut saya, sebab dari list yang ada saya tidak menemukan pilihan untuk paket SMS Semaumu, yang merupakan bagian dari program XL Semaumu.



Saat saya cek pilihan ke-1 (info paket anda), yang keluar adalah petunjuk untuk pindah paket. Seakan2 dianjurkan untuk menggunakan paket nelpon sepuasnya atau berkali2.



Apa mungkin karena nomer saya sudah teregister dengan paket SMS Semaumu sehingga paket SMS itu tidak tercantum? Nyatanya tidak, Kakak saya yang menggunakan paket default yakni 'Nelpon Sampe Puas', saat akan berpindah ke paket SMS Semaumu juga tidak menemukan pilihan itu.

Untuk menjawab rasa penasaran, segera saya meluncur ke web XL, dan benarlah, ternyata paket SMS Semaumu sudah berakhir sejak bulan Desember 2008. Bagi nomer yang sudah terdaftar pada Paket SMS SEMAUMU dapat terus menikmati tarif istimewa Paket SMS SEMAUMU, yakni Rp 9/SMS pada pukul 00-12 dan Rp 99/SMS pada pukul 12-24. Di luar paket itu akan menikmati tarif Rp 150/SMS.

Lagi-lagi XL merombak tarifnya di saat pelanggan mulai nyaman menggunakan programnya. Seperti mengganti aturan tarif Nelpon Semaumu, yang awal berlakunya dulu gratis nelpon berkali-kali pada jam 00-17, hingga akhirnya dibatasi selama 2 jam saja pada rentang waktu pukul 00-17.

Sayangnya, awal berlaku program XL Semaumu itu tidak disebutkan masa berlakunya hingga kapan, ternyata ya kapan-kapan, semaunya pihak XL untuk merubah sewaktu-waktu, mau atau tidak mau.

Saturday, 25 October 2008

Railway Ticket



Membaca berita di footer layar tipi saya terhenyak. “Laba PT. KA pada arus mudik 2008 sebesar 196 milyar, naik 9% dari tahun lalu”. Ya iyalah, masa ya iya dong.. di luar momen mudik tak jarang terjadi penumpang yang tidak kebagian tempat duduk, apalagi saat arus mudik dan balik, dijamin kereta makin sesak saja. Belum lagi makanan dan minuman yang dijual oleh asosiasi pedagang asongan dan restorasi PT. KA yang harganya gila2an, tentu menambah pundi2 laba pihak PT. KA

Jadi ingat saat melakukan perjalanan kembali dari Malang ke Solo beberapa hari lalu, saya agak kaget saat membeli tiket yang naik 35% dari harga normal. Kan gembar-gembornya tarif tidak naik meski BBM naik dan musim mudik, seperti pengumuman yang tertempel di dekat loket. Kepalang basah kami meneruskan rencana dan menuju kereta yang ternyata sudah full padahal itu jadwal pemberangkatan pertama. Lega bisa masuk meski hanya mendapat ¼ posisi duduk

Saat pengecekan tiket, keanehan pun terjadi. 2 tiket saya ditukar oleh petugas dengan tiket anak yang harganya lebih murah. Saya menanyakan:

‘kenapa ditukar?’ jawabnya,‘ga papa’
‘kan tiket saya lebih mahal dari tiket anak ini pak?’ jawabnya, ‘ga papa’


tiket anak


Akhirnya saya hanya bisa menerima tiket anak itu, dengan harapan bila ada pengecekan lagi kemudian dipermasalahkan petugasnya, penumpang lain di dekat saya akan membela saya. Apa mentang2 saya tidak kebagian tempat duduk kemudian dikasih tiket anak? Apakah mungkin petugas itu sengaja menukar tiket dengan tujuan mencari keuntungan pribadi dengan menjual pada penumpang yang kedapatan tanpa tiket? Saya tau dia membawa persediaan beberapa tiket saat pengecekan. Entahlah. Saya hanya miris kalo ternyata petugas itu mendapatkan keuntungan dengan tidak halal
Nauzubillah..

Wednesday, 22 October 2008

Olay's Fake Promo

Anda mungkin pernah selintas menonton iklan OLAY WHITE RADIANCE yang memakai model iklan Nirina Zubir. Iklan itu akhir2 ini muncul kembali setelah sekian lama tidak tayang dengan memberikan promo tambahan yakni memberikan produk gratis hanya dengan syarat mengirimkan sms premium OLAY WR ke 7669. Promo ini berlangsung hingga akhir bulan Nopember 2008.

Mengenai sms premium sudah pernah saya tulis di sini yakni kuis roncar. Rata2 sms seperti REG itu cenderung merugikan penonton karena tiap sms yang diterima akan menyedot pulsa penonton yang mengirimkan sms REG.



Kembali ke iklan Olay, 4 hari lalu saya coba ikutan sms berhadiah produk Olay. Pertimbangan saya mengikutinya adalah saya sedang mempunyai pulsa segar dan kebetulan masa promonya berhadiahnya masih lama. Beberapa detik kemudian saya mendapat sms balasan yang isinya ‘agak mengecewakan’ yakni pemberitahuan bahwa produk telah habis



Salah sendiri kenapa ngirim sms! Oke.. Kalo saya sih tidak masalah tidak mendapat produknya, tapi saya kecewa dengan iklannya yang masih menayangkan hadiah produk. Bila memang stok sudah habis, kenapa tidak di-cut aja bagian dari iklannya yang menjanjikan hadiah produk itu. Dengan demikian tidak mengeruk keuntungan dari tarif sms premium sebesar Rp 2200/sms. Kalo sudah begini, siapa yang dirugikan? Penonton kan?

So, bagi yang menonton iklannya dan ingin mendapatkan produk gratisnya via sms, lebih baik dibatalkan saja daripada pulsa anda terbuang sia2, mending buat gprs-an

Wednesday, 16 July 2008

Siapa Tarif SMS Prabayar Termahal?


Sejak pemerintah mengeluarkan fatwa penurunan tarif seluler, para operator seluler di tanah air berlomba2 menelorkan tarif promosi murahnya. Tentu aja hal ini disambut dengan sangat gembira oleh para pelanggan. Di saat harga2 melambung, justru angin segar berhembus kepada para mobiler dengan memberikan penurunan tarif seluler. Selain penurunan tarif panggilan dan sms, tarif gprs juga memberikan gebyar tersendiri bagi para netter yang sering menggunakan media hp, terutama blogger

Namanya tarif promosi di samping ada kelebihan tentu ada kekurangan. Kekurangannya antara lain yang pernah saya alami dari beberapa operator seluler, tarif promosi menjerat konsumen dengan syarat2 yang membingungkan, jaringan sibuk, sms tidak langsung sampai tujuan, masa berlaku yang singkat, dll. Hingga saat ini, tarif promosi masih berkutat pada tarif panggilan. Bahkan memberlakukan free saat outpeak. Untuk tarif sms, beberapa operator sudah menurunkan tarifnya.

Saat tulisan ini diposting, perbandingan tarif sms operator Indonesia produk prabayar dengan tarif reguler (pulsa reguler), tidak pakai registrasi dan semacamnya adalah sebagai berikut:











Produk: Sesama OP -- Lain OP
XL Bebas 350 350
XL Jempol 299 99
Simpati 100 150
AS 88 149
Mentari 99 99
IM3 100/1* 100
3 free free 100 pertama kmd 100
Axis 60 60
Fren 1 free 5 sms 1 free 5 sms


*pukul 00-05 = Rp 1,-

Produk yang berlisensi fixed wireless boleh juga kita sajikan untuk sekedar penampakan:



Produk: Sesama OP -- Lain OP
Flexi 100 350
StarOne 25/100* 150
Esia 1/karakter 1/karakter


* ke sesama starone = 25, ke produk indosat lain = 100

Saya terkecoh dengan tarif yang ada di web xl, yakni tercantum tarif sms Rp 150. Baru aja saya sms teman, kenyataannya masih Rp 350, ke sesama xl lagi

Ssstt... gara2 perbedaan tarif sms yang sangat signifikan tersebut memaksa saya beralih ke operator lain. Secara nomer ini sudah melanglangbuana, jadi masih saya pelihara meski jarang saya kasih makan. Makanya jangan pelit2 dong excelcomindo! Terutama fitur2 penting seperti:

- GPRS. Tarifnya yang selisihnya besar banget dibanding lainnya, Rp. 10/kB (operator lain sudah Rp 1, Rp 0,1, bahkan gratis)

- Call Barring. Prabayarnya tidak bisa call barring. Hanya XPLOR yang bisa, itupun tidak free. Padahal produk operator lain (IM3, mentari, Axis) sudah free dan bisa sewaktu-waktu diaktifkan maupun dinonaktifkan.

Enyah sampai kapan operator seluler langganan saya ini akan mempertahankan tarif termurahnya termahalnya untuk sms… EGP lah, kan dah ke lain hati


UPDATE :
Alhmdulillah, Mulai 28 Nopember 2008, tarif SMS XL menjadi Rp 150/sms untuk tarif nelpon semaumu dan nelpon sampe puas. Keterangan lebih lanjut di sini.

Tuesday, 10 June 2008

Water


Hampir semua orang yang pernah ke/di malang tentu menjawab dengan kata yang sama bila ditanya tentang air di malang: jernih dan dingin! Kucuran air pam dari kran langsung bisa digunakan dengan nyaman dan aman. Puluhan tahun menetap di malang sejak lahir, tentu saya akan merasa kaget dan risih bila mengalami kondisi air yang berbeda di luar malang. Seperti kini menetap di surakarta, sempat stres dengan air di rumah.

Awal menempati rumah baru yang sudah tersedia air pompa (sanyo), merasa kurang nyaman dengan air yang kekuningan dan beraroma besi meski telah dibuat sumur pompa yang baru. Untuk memasak sengaja membeli air pam di tetangga kami yang melayani penjualan air, harganya cukup murah Rp 1000 / 10 ember ukiran sedang. Meski air sanyo hanya digunakan untuk keperluan kamar mandi, tetap saja kurang puwas. Akhirnya dengan pertimbangan efektifitas dan efisiensi yakni untuk segala keperluan rumah tangga (air minum, memasak dan kamar mandi) dibuatlah keputusan untuk tidak menggunakan air sanyo dan melakukan pendaftaran menjadi pelanggan air pam di kantor pam surakarta.

Setelah pemasangan meteran air, tidak lama lagi saya tidak dipusingkan lagi dengan masalah air. Ternyata harapan saya tidak terwujud, sejak pertama air mengalir sampai hari ini, kondisi fisik air pam tidak berbeda dengan air sanyo, malah bisa dikatakan lebih parah karena air disertai pasir2 halusnya, yang ikut mengendap dalam air minum dan masakan. Jangan2 air pam di tempat saya ini berasal dari sungai bengawan solo?? Secara rumah saya di wilayah pucang sawit. Soalnya saya tau di wilayah lain misalnya di manahan air pam sangat jernih seperti di malang.

Ide memberikan penyaring dari bahan kaos buatan sendiri tetap saja tidak membantu mengurangi kuantitas pasir. Lihatlah skrinsut di bawah ini, tiap hari kami menguras bak mandi tetap saja ada endapan pasir. Warna air? Kekuningan!



Saat mudik di malang akhir bulan lalu, saya jalan ke sardo (bagi warga malang kebangetan kalo ndak tau sardo, lebih dulu ngetop dari matos ), melihat barang imut yang saya tau dari kemasannya adalah sebuah penyaring air yang dipasang di bibir kran. Harganya muraaahhhh. Jadi ingat rumah solo, langsung saya borong tuh barang yang emang tinggal beberapa

Di solo, langsung saya pasang di kamar mandi yang sebelumnya saya kuras air yang ada. Hasilnya? Menakjubkan! Lebih seminggu air di bak mandi belum ada endapan pasir sama sekali. Namun warnanya belum bisa jernih, masih kekuningan sejak pemasangan penyaring.





Lumayanlah meringankan pekerjaan saya di rumah Untuk minum kembali mengkonsumsi air mineral. Semoga segera menemukan toko di solo yang menjual penyaring air seperti itu sebelum persediaan dari malang habis.

Syukur2 ada pihak dari pam surakarta yang membaca blog ini dan memahami. Tapi siapakah saya? Hanya pendatang yang ingin mendapatkan kenyamanan seperti halnya pendatang lain. Kita sama2 bayar tapi kondisi airnya kok parah banget Meski air pam di surakarta masing2 wilayahnya berasal dari sumber air yang berbeda, pastinya ada upaya perbaikan layanan bagi masyarakatnya. Seperti bunyi sila ke-5, keadilan sosial bagi seluruh rakyat (surakarta).

Wednesday, 4 June 2008

Travel


Pernah mengalami naik travel tapi penumpang menjemput travelnya? Selama ini yang benar adalah travel menjemput penumpang. Namanya juga travel, kalo penumpang menjemput travel itu ga ada bedanya dengan penumpang yang nyetop bis di halte/terminal. Seumur2 baru sekarang saya dibuat mangkel oleh awak sebuah travel biro perjalanan antar provinsi. Namanya ga perlu disebutkan, tapi mungkin dari skrinsut bisa diketahui namanya

Saat kembali ke solo setelah mudik ke malang dengan beberapa agenda, salah satunya adalah menyaksikan acara tahunan Malang Tempoh Doeloe dengan globber, saya yang biasanya menggunakan bis, memesan travel karena kali ini sendirian, berharap kenyamanan dalam perjalanan nanti.

Setelah nama travel dan nomer telponnya dibenarkan oleh si penerima telpon, lantas saya memesan 1 kursi di depan dan si penerima telpon mencatat alamat penjemputan. Percakapan berjalan biasa saja, berarti memang travel ini sudah berpengalaman. Lagian alamat rumah saya biasa dijangkau travel berbagai jurusan secara memang daerah kost2an sekitar unibraw.

Saat hari penjemputan, perasaan saya tidak enak, entah kenapa, menghibur diri sendiri mungkin karena saya masih ingin di malang bersama keluarga. Sampai 1 jam berlalu dari jam pemberangkatan. Molor nih.. ga biasanya travel molor. Perasaan tidak enak itu pecah saat telpon rumah berdering, ternyata dari pihak penjemput travel. Suara mas2 menanyakan posisi rumah, dan saya jelaskan dengan detil dari keberadaan travel saat itu. Katanya alamat saya tidak ketemu2. Sampai 4 kali telpon masih saja belum ketemu, akhirnya meminta saya untuk mendatangi posisi travelnya yang menurut saya tidaklah lazim bila saya mendatangi travel dengan membawa bawaan saat itu. Saya tidak mau menuruti malah dimarahi. Loh kok bisa? Saya juga bisa tegas dong..

Saya bilang, mana ada penumpang menjemput travel, sedangkan alamat saya mudah sekali ditemukan. Silakan dibatalkan kalo tidak mau menjemput. Saya ga rugi, bisa pesan travel lain untuk jam yang sama, lagian belum bayar juga. Akhirnya nada si penelpon mereda dengan minta tolong supaya dibantu dengan menjemput travel. Dasar raja ngeyel, gumam saya. Saya hanya bisa membantu alur ke rumah saya, kalo mau silakan jemput.

Sekitar 15 menit akhirnya travel datang, sebelumnya saya memang dah menunggu di depan rumah melihat mobil L300 warna hijau dengan plat AD. Aneh, kok warna hijau, bukankah harusnya putih dan nama travelnya kok tidak sama dengan yang di telpon? Setelah saya tanya memang benar itu mobilnya, dan si asisten driver dengan marah2 meminta saya segera naik, barang saya dilempar ke bagasi, saya diam saja. Namun saya tidak bisa menerima saat saya diminta duduk di belakang. Kan pesannya di depan. Ga profesional banget sih. Dengan alasan saya mabuk’an akhirnya diijinkan di depan. Saya melirik ke belakang ada 2 penumpang perempuan. Jadi total ada 4 penumpang. Bismillah… mobil berjalan.

Selama perjalanan saya dibuat jengkel oleh ulah penumpang di sebelah saya, laki2. Sejak saya naik dia ngeciwis saya sopir yang ternyata setali 3 uang. Saya menyaksikan sopir dikasih macem2 oleh lelaki itu, suap kah? Untuk apa?. Sebentar2 mobil berhenti untuk menuruti hasrat keduanya membuang hajat di pinggir jalan. Kemudian berhenti lagi sekedar beli rokok, berhenti untuk minum teh di warung, berhenti untuk menyiram mesin dengan air di pom bensin. Di pemberhentian ke-3 saya minta pindah di belakang sopir menemani nenek2 yang bertujuan ke klaten. Penumpang satunya mbak2 bertujuan ke Yogyakarta pindah di kursi belakang, tidur. Ternyata mbak2 itu juga jengkel dengan ulah sopir dan penumpang di depan.

Memasuki solo saya nelpon ke suami supaya standby di depan untuk membantu mengangkat barang dari bagasi. Apa yang terjadi setelah saya turun? Sopir meminta tambahan sebagai jasa pengantaran. Maksudnya? Ahh… saya ndak mudeng karena masih pusing masuk angin. Baru setelah kembali fit saya baru ingat dengan perkataan sopir tadi. Loh kok saya tadi ndak ngasih ya? Salah sendiri ga jelas bilang minta uang. Orang mabuk diajak omong…

Oh ya, saya sempat tanya ke sopir kenapa pada tiketnya juga mobil bukan tertera nama travel yang saya pesansnya. Ternyata travel yang saya pesan sudah tidak beroperasi untuk jurusan malang-solo, sehingga kantornya dipakai oleh biro perjalan lain yang trayeknya sama. Oalaah... Nasib!

Untuk saat ini kapok menggunakan travel. Mending kembali menggunakan bis patas seperti biasanya, murah, aman dan nyaman, ada servis makan lagi, gratis!


Saat menyiram mesin dengan air di pom



Pom menyediakan tempat istirahat (lokasi pom: raya ngawi-sragen)



Sejak insiden kecelakaan artis/politisi sophan sophian di perbatasan ngawi-sragen, kini sepanjang jalan raya ngawi-sragen sedang diperbaiki sehingga saya sempat mengalami kemacetan. Itu sekarang sudah mulus lagi jalannya. Hmm.. nunggu korban nyawa baru diperbaiki?


Saturday, 10 May 2008

Kerosene to LPG Conversion


Di daerah saya di malang udah beberapa bulan ini telah bisa menikmati ‘hadiah’ dari pemerintah berupa kompor gas single (satu tungku) beserta tabung gas isi 3 kg sebagai kompensasi atas konversi kompor mintah (minyak tanah). Setiap keluarga yang memiliki KK (kartu keluarga) akan mendapatkan 1 paket. Jadi bila dalam 1 rumah terdapat beberapa keluarga (KK) maka akan mendapatkan sesuai dengan jumlah KK nya. Apalagi bila masing2 keluarga mempunyai mata pencaharian berdagang makanan seperti warung nasi/depot, maka akan mendapatkan tambahan kompor gas 1 paket dengan syarat menyertakan rekomendasi RT/RW setempat. Asyik banget tho?

Pernah saya menonton berita di tipi, kalo penerima paket kompor gas itu
adalah keluarga yang belum mempunyai kompor gas alias masih menggunakan kompor mintah, tungku, maupun arang. Kenyataannya, tetangga saya yang (amat) mampu pun mendapat beberapa kompor gas. Pembagian kompor gas ini nyatanya belumlah merata dalam suatu daerah. Di malang, hanya kotamadya yang sukses mendapatkannya, sedangkan kabupaten belum seluruhnya.

Lain lagi di tanggulangin (sidoarjo), kakak saya yang dengan suka rela membantu mengurusi pembagian di wilayahnya perumahan TAS-2, malah tidak kebagian. Dalam daftar tidak terdapat namanya. Nasib..

Kisah lainnya, barang yang dibagikan itu ternyata tidak semuanya bisa langsung dipake. Seperti yang dikeluhkan oleh tetangga saya, awal pemakaian kompornya ga langsung bisa mengeluarkan api, harus diulang2 baru bisa dipake normal. Sedangkan punya saya malah ga bisa dipake sama sekali, pemantiknya udah dicoba sampe puluhan kali belum bisa juga. Sampe akhirnya saya membeli kompor sejenis (single), dan langsung bisa!! Nasib..

Sepertinya pepatah ‘ada harga ada rupa’ masih berlaku saat ini. Apalagi kalo gratisan, bisa dipastikan tidak akan berumur lama :D Memang tidak semuanya yang murahan dan gratisan itu mutunya buruk, tapi ‘biasanya’ demikian adanya.. (halah mbulet )

Kejadian ‘menggemaskan’ itu berlanjut saat saya migrasi ke solo. Saya kesulitan menemukan penjual LPG 3 kg. Ternyata di sana belum ada konversi, rata2 masih menggunakan mintah. Saya menyusuri solo kota dan pinggiran, sampe akhirnya bertekad masuk ke toko yang menjual LPG dan ‘merayu’ penjual untuk merelakan stok LPG 3 kg ke saya. Berarti benar firasat saya, sebenarnya toko2 yang menjual LPG itu mempunyai stok namun karena belum ada konversi dari pemerintah setempat, maka belum berani mendistribusikannya. Jadinya ya sembunyi2 begitu. Lega banget saya.. meski harus merogoh kocek 5 ribu lebih besar dari harga di malang. Sekali lagi.. nasib

Gimana dengan di daerah anda?


@teknikinet3