Record The Journey and Thoughts

Monday, 12 March 2007

Bukan Basa Basi


Pertama, Terluas, Tercepat...

Apakah 3 kata itu sekedar slogan ato basabasi?


Bukankah slogan itu mewakili, setidaknya membuktikan kebenaran isi dari slogan itu sendiri? Ya, mungkin ini hanya ungkapan kecewa saya karena operator gsm yang sekarang saya pake karena sampe dengan detik ini belum mewujudkan slogannya di kota tempat saya tinggal. Bukankah malang merupakan kota terbesar ke-2 di jatim, kenapa belum juga ada tanda2 akan beroperasi di malang.

Ungkapan saya ini juga mewakili teman2 sesama pengguna yang merasa kecewa dengan belum beroperasinya layanan 3G-nya di malang. Dengan terpaksa kami menggunakan operator lain bila menggunakan layanan 3G. Operator lain malah masuk ke kampus2 dalam berbagai event misalnya exhibition, dsb dengan slogan "DUNIA 3G" nya.

Segala keluh kesah sepantasnya disampekan pada customer service yang bersangkutan. Itupun sudah disampekan via email maupun langsung ke call center maupun email, supaya diteruskan pada departemen terkait. Namun apa daya... yang bisa dilakukan hanya menunggu dan menunggu... bersabar dan bersabar.

Kalo tidak ingin pelanggannya beralih jalur ke operator lain, segeralah berbenah!

Sunglasses


Sekian tahun mendekam dalam kotak
Dipake, bikin telinga merah
Ga dipake, bikin mata merah
Sekali2 dipake, bikin pusing...

Hari ini, kucoba pake lagi...

Thursday, 8 March 2007

Hujan Buatan di Malang

Seorang teman bertanya," apa sekarang musim hujan?"
Saya jawab," mungkin, kayaknya sih masih bau2 hujan..."

Beberapa hari ini memang hujaann melulu, sampe cucian ga kering2. Sampe dengan pagi ini, hujan masih mewarnai malangraya, sejak malam malah. Adek saya bilang ini hujan buatan. Saya cuman mesem aja, masak sih?? Kalo mengamati hujan di malang ini (halah, kayak pawang hujan ae...) memang terasa ganjil deh. Biasanya hujan terjadi dalam satu waktu, durasinya bisa sebentar bisa lama. Kalo ini sebentar2 tapi beberapa kali sehari, disertai angin dukup kenceng. Iseng saya cari beritanya di internet, maklum...jarang baca koran, berita tipi pun blm pernah dengar hujan buatan di malangraya ini.

Oh ternyata...memang hujan kali ini ada kaitannya dengan hujan buatan, setidaknya kecipratan... meski prioritas lokasi di area Waduk Sutami Malang.

Rekayasa hujan buatan oleh Perum Jasa Tirta I Malang dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) ini rencananya berlangsung selama 20 hari sejak Pebruari lalu untuk lokasi Waduk Sutami Malang. Rekayasa dilakukan dengan cara menaburkan garam murni NaCl di atas awan cumulus. Untuk rekayasa hujan buatan ini, dibutuhkan satu ton NaCl dan dalam satu hari harus dilakukan tiga kali penerbangan dengan menggunakan pesawat Cassa 212.

Ini dilakukan karena curah hujan di Kota Malang saat ini masih sangat minim. Akibatnya, ketinggian permukaan air di Bendungan Sutami Kabupaten Malang terus menurun. Ketinggian air di waduk Sutami saat ini tercatat 54,2 atau 1,2 meter di atas batas minimal.

Padahal, Bendungan Sutami sangat vital bagi warga Malang dan sekitarnya. Selain sebagai pembangkit tenaga listrik untuk kebutuhan Jawa-Bali, air dari bendungan ini juga untuk mengairi ratusan hektare sawah, suplai kebutuhan air industri, kebutuhan air untuk wilayah Surabaya, serta melayani kebutuhan di sepanjang hilir Waduk Sutami. Untuk itu, mengingat pentingnya kebutuhan air melalui fungsi waduk tersebut, maka tingkat elevasi diharapkan tidak sampai menunjukan angka 253,00 meter. Karena dengan angka ini, maka PLTA tidak akan dapat beroperasi.


Petugas sedang mempersiapkan garam murni NaCl yang akan ditaburkan di atas awan cumulus.


cuplikan: kominfo dan metrotv