Mbah Ndoro
Suatu hari saya belanja keperluan bumbu dapur di warung sayur langganan. Sambil menimbang bawang merah, ibu penjual mengeluh tentang cuaca yang tidak stabil. Katanya, dalam sehari panas, angin dan hujan silih benganti. Saya hanya tersenyum datar, ingin rasanya bilang bahwa segalanya sudah ada yang mengatur. Diam saat itu adalah lebih baik, menurut saya sih, mengingat karakter si ibu yang terkenal galak.
Dia meneruskan bicara tentang cuaca lagi saat menimbang bawang putih. Kali ini saya lega karena dia bilang masih beruntung tidak diberi banjir meski tempat tinggal berada dekat sungai bengawan. Dalam hati saya menebak si ibu bermaksud meralat atas ucapannya tadi. Ternyata tebakan saya salah.
(more..)


